Kamis, 26 Februari 2009

Sesaat

Sesaat aku merasa marah, tidak suka melihat wajahnya. dia terlalu takut aku akan mengambil "sesuatu" dari nya. camkanlah! takkan ku mengambil apa yang bukan hak ku. tapi, kalau memang "sesuatu" itu ternyata yang datang menghampiriku. jangan salahkan aku! karena aku takkan meraihnya. aku tetap diam dan menjauh. dia pun tahu itu.

Minggu, 15 Februari 2009

Kisah Pendirian Sebuah Universitas

Mungkin artikel ini sudah pernah di posting berkali-kali di emailmaupun di situs lain. Namun tak ada salahnya saya mengulang kembalidisini. Berikut kisah tentang awal mula pendirian sebuah universitasterkenal di dunia.

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yangberpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston , danberjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University .
Sesampainya disana sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesanbahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin adaurusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwapasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapinyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnyamemutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.
“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akanpergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard.
Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orangsepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika diamelihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluarkantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard,dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliahtahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia disini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kamiingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini.bolehkah?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.
Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisamendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal.Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.”
“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untukHarvard.”
Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada bajupudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuahgedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kalian perlumemiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisikHarvard.”

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang.Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menolehpada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untukmemulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja ?”

Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkankebingungan. Mr. dan Mrs Leland Standford bangkit dan berjalan pergi,melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana merekamendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuahperingatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan olehHarvard.

Universitas tersebut adalah Stanford University , salah satuuniversitas favorit kelas atas di AS.
Pesan Moral Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju,dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya,kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karenabaju-baju, acap menipu.

Cerita 7up

Tentu kamu mengenal 7up. Merk softdrink rasa jeruk nipis ini terbilang cukup populer di penjuru dunia. Dibalik ketenaran merk 7up rupanya ada kisah yang sangat menarik untuk kita pelajari tentang arti "pantang menyerah".
Awal mulanya perusahaan ini mengambil nama 3up sebagai merek sodanya. Namun sayangnya, usaha ini gagal. Kemudian si pendiri kembali memperjuangkan bisnisnya dan mengganti namanya dengan 4up.. Malangnya, produk ini pun bernasib sama dengan sebelumnnya. Selanjutnya dia berusaha bangkit lagi dan mengganti lagi namanya menjadi 5up. Gagal lagi. Kecintaanya pada soda membuatnya tak menyerah dan berusaha lagi dengan nama baru 6up. Produk ini pun gagal dan dia pun menyerah.
Beberapa tahun kemudian, orang lain muncul dan membuat soda dengan nama 7up dan mendapat sukses besar!
Mungkin kita tidak tahu kapan usaha kita akan membuahkan hasil, tapi suatu saat nanti pastilah waktu itu akan tiba. Justru karena kita ga tahu kapan waktu keberhasilan kita, maka jangan pernah kita menghentikan usaha kita dan memutuskan untuk menyerah. 3up gagal, buatlah 4up! 4up gagal, dirikan 5up! bahkan meski harus muncul 6up, 7up, 8up, atau 100up sekalipun, jangan pernah berhenti sampai jerih payah kita membuahkan hasil.
Percayalah bahwa Tuhan menghargai usaha kita. keberhasilan tidak datang pada orang yang malas berjuang dan gampang menyerah. Tunjukan kualitas iman kita melalui ketekunan kita dalam berjuang! TETAP SEMANGAT!

Iseng

Bulan: "tak perlu marah, tak perlu ngambek! saya minta maaf"
Bintang: "siapa yang marah? siapa yang ngambek?!"
Bulan: " Itu, kedengaran. meskipun saya gak lihat kamu, tapi saya tahu. nada bicara kamu. saya lagi ngebayangin wajah kamu yang cemberut, jelek tuh. gak manis lagi"
Bintang: "gombal!"
Bulan: "siapa yang gombal? kan saya bilang jelek"
Bintang: "kamu tuh yang jelek"
Bulan:"kok suka?!"
Bintang:"siapa yang suka? bukan suka! tapi terlanjur suka!"
Bulan:"kamu jangan gitu dong, gak sopan adik..., maafin ya"
Bintang: "aku maafin, tapi...aku punya syarat"
Bulan:"syarat? apa??"
Bintang:"kalo udah nikah, kamu jangan nikah lagi ya?"
Bulan:"he...he...he...adik...adik"
Bintang:" iya kan?"
Bulan:"ya tergantung"
Bintang:"tergantung gimana?
Bulan:"tergantung mood, sikon, rezeki. kali aja nanti dapat yang cantiknya kaya Rianti Cartwrigth, terus shalihah. sayang kalo tidak diambil. setuju?"
Bintang:"Ya udah terserah! aku cuma berharap"
Bulan:"hore! kamu baik deh. makasih ya persetujuannya!
Bintang:"ya iyya lah, aku emang dari dulu baik. kamu tuh yang jahat! "
Bulan:"tuh kan, cemberut lagi..."
Bintang:"biarin!"
Bulan:" ya udah, nanti sesaat setelah akad nikah, adik tanya lagi ya..."
Bintang:"kalo ini jadi syarat nikah? gimana?"
Bulan:"kalo gitu...ya...mau gak mau...."
Bintang:"he...he..aku menang!! dan aku maafin"
Bulan:"gitu dong ketawa, makasih ya"
Bintang:"oke, tapi tetap, nanti aku tanya lagi, aku tagih sampe jawabannya IYA"
(gubrak!!)