Selasa, 23 Oktober 2007

Menyegerakan Kebaikan

Hari itu ada dua kebaikan yang luput, bahkan sengaja terlewatkan oleh ku. Kedua-duanya “diambil” orang lain. Yang pertama, ketika ada seorang Ibu yang naik bis yang juga kunaiki. Perkiraanku usianya sekitar 45an, atau mungkin lebih. Perawakannya masih segar dan sehat. Di dalam bis yang berdesak-desakan, ia berdiri di antara penumpang yang lain tepat membelakangiku yang telah duduk lebih dulu. Ada keinginan untuk memberikan bangku yang kududuki, tapi kemudian otak ku pun berpikir, “ah, ibu itu masih cukup kuat untuk berdiri”. Sesaat kemudian, seorang wanita muda bangkit berdiri dan memberikan kursinya untuk diduduki Ibu tersebut. Sejurus kemudian timbul rasa iri dan penyesalan, "kenapa bukan aku yang melakukannya?"

Pada saat yang sama, seorang pengamen menemani kami-penumpang bis-dengan iringan suara yang tidak bisa disebut merdu. 2 lagu ia bawakan tanpa iringan musik. aku yang tidak punya uang recehan, memutuskan untuk tidak memberikan uang kepadanya. dengan berat hati kuangkat telapak tangan kananku sebagai pengganti kata maaf untuknya karena tidak bisa memberikan uang. ia pun melewatiku. sewaktu ku tengok ia kembali. kulihat sebuah baju robek, yang tak utuh menutupi punggungnya. tereyuh melihatnya. lalu kurogoh kantong tas ku untuk memberikan uang yang nilainya lebih besar dari biasanya. tapi aku terlambat. terlambat.

Jangan berpikir panjang untuk mengerjakan kebaikan. berbuatlah yang kita mampu, semampu diri kita. jangan biarkan penyesalan menyesaki hati, dan pahala kebaikan direbut orang lain.


24 oKTOBER 2007
09.50

Tidak ada komentar: