Kamis, 11 Desember 2008

METAMORFOSIS

-Thufail Al Ghifari-

Menjadi KARANG-lah, meski tidak mudah
sebab ia kan menahan sengat binar mentari yang garang
sebab ia kan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa
tanpa kenal hari
melawan bayu yang keras menghembus
dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan

sebab keteguhannya kan menahan hempas badai yang datang
menggerus, terus menerus
ia kan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus
ia akan berdiri tegak berhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad,
tanpa rasa jemu dan bosan

Menjadi POHON-lah yang tinggi menjulang
meski itu tidak mudah
sebab ia kan tatap tegar bara mentari
yang terus menyala di setiap siangnya
sebab ia kan meliuk halangi angin yang bertiup kasar
ia kan terus menjejaki bumi hadapi gemuruh sang petir

sebab ia hujamkan akar yang kuat menopang
untuk menahan gempita hujan yang coba merubuhkan
dan senantiasa berikan bebuahan yang manis dan mengeyangi
sebab ia kan berikan tempat bernaung bagi burung-burung
yang singgah di dahannya
lalu berikan tempat berlindung dengan rindang daun-daunnya

Menjadi PAUS-lah, meski itu juga tidak mudah
sebab dengan sedikit kecipaknya ia akan menggetarkan ujung samudera
sebab besar tubuhnya menakutkan musuh yang coba mengganggu
sebab sikap diamnya akan membuat tenang laut dan seisinya

Menjadi MELATI-lah, meski tampak tak bermakna
sebab ia kan tebar harum wewangian tanpa meminta balasan
ia begitu putih seolah tanpa cacat
sebab ia tak takut hadapi angin dan hujan dengan mungil tubuhnya
ia tak pernah iri melihat mawar yang segar merekah
dan tak pernah malu pada bunga matahari yang menjulang tinggi
ia tak pernah dengki dan rendah hati
pada keanggunan anggrek dan tulip yang berwarna-warni

Menjadi ELANG-lah dengan segala kejantanannya
meski itu juga tidak mudah
sebab ia melayang tinggi menembus birungya langit
melanglang buana taklukan medannya
sebab ia harus melawan angin yang menerpa dari segala penjuru
ia harus mengangkasa jauh tanpa takut jatuh
menukik tajam mencengkeram mangsa
dan kembali ke sarang dengan makanan di paruhnya
bersama kepak sayap yang membentang gagah

Menjadi KUPU-KUPU-lah, meski itu juga tak mudah
sebab ia harus melewati proses-proses sulit sebelum dirinya saat ini
ia lalui semedi panjang tanpa rasa bosan
dan belajar lebih banyak berdiam
untuk menunggu waktu yang tepat tentang keindahan
sebab ia bersembungi menahan diri dari segala yang menyenangkan
hibgga tiba saat untuk keluar dan bagikan kebaikan

Tidak ada komentar: